22 Desember 2020

Gustiana Sari Wakili STAI KAPUAS Dalam Diklatpim Aktivis Mahasiswa PTKI

Sebanyak 80 aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI ) mendapat kesempatan Mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) acara ini digelar Direktorat Pendidikan tinggi keagamaan Islam (Diktis) Kemenag bekerjasama dengan UIN Walisongo, Semarang.

Dibuka wamenag zainut tauhid sa'adi diklatpim ini berlangsung secara online dari 20-26 Desember 2020 dan dilanjutkan secara offline 28-30 Desember 2020 dengan total 70 jam pelajaran. Hadir sebagai narasumber antara lain sekum Muhammadiyah Abdul Mukti, dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon Marzuki Wahid, kepala badan pembinaan ideologi Pancasila (BPIP) yudian Wahyudi, dan komisioner Komnas Perempuan Imam Nakhoi.

Para aktivis mahasiswa ini memperoleh materi penguatan moderasi beragama titik Abdul Mukti misalnya, menggarisbawahi masalah tasamuh (toleransi) sebagai ajaran ketuhanan yang telah termaktub dalam Alquran maupun perilaku nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Menurutnya, toleransi menjadi salah satu wujud dari moderasi beragama di tengah-tengah kemajemukan bangsa.

"Kemajemukan (plularitas), keberagaman (Diversity, ta'addudiyah), dan istilah lainnya adalah sesuatu yang terjadi atas kehendak dan sesuai dengan hukum-hukum Allah (sunnatullah)," jelas Mukti, Senin (21/12).

Gustiana Sari adalah Salah satu Mahasiswi yang mewakili STAI Kuala Kapuas dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) di semarang.

Ia sangat semangat dan antusias dalam mengikuti acara tersebut dan berharap dapat mengamalkan ilmunya kepada orang-orang sekitar. 

0 Komentar