Kerajinan Bahan Lunak Kelas 8
Kerajinan bahan lunak merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Prakarya di kelas 8 semester 1. Materi ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada berbagai jenis bahan lunak, teknik pengolahan, serta prinsip-prinsip dasar dalam menciptakan karya seni yang bernilai estetika dan fungsional. Memahami kerajinan bahan lunak tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga melatih keterampilan motorik halus dan kemampuan berpikir desain siswa.
Pentingnya Kerajinan Bahan Lunak
Sebelum melangkah ke contoh soal, penting untuk memahami mengapa kerajinan bahan lunak menjadi bagian integral dari kurikulum Prakarya. Bahan lunak, baik yang berasal dari alam maupun buatan, memiliki karakteristik yang mudah dibentuk dan diolah. Fleksibilitas ini memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan berbagai macam bentuk, tekstur, dan warna.
Lebih dari sekadar aktivitas membuat barang, kerajinan bahan lunak mengajarkan siswa untuk:
- Mengembangkan Kreativitas: Siswa didorong untuk berimajinasi dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi bentuk nyata.
- Melatih Keterampilan Motorik: Proses memotong, membentuk, menempel, dan menghias membutuhkan ketelitian dan koordinasi tangan-mata.
- Memahami Nilai Estetika: Siswa belajar tentang kombinasi warna, proporsi, dan keseimbangan untuk menciptakan karya yang indah.
- Menerapkan Prinsip Desain: Mengenal fungsi, target pengguna, dan proses produksi menjadi bagian dari pembelajaran.
- Menghargai Hasil Karya: Siswa belajar menghargai proses pembuatan dan hasil karya yang telah mereka ciptakan sendiri.
- Potensi Ekonomi: Siswa dapat melihat potensi kerajinan sebagai sumber penghasilan di masa depan.
Jenis-Jenis Bahan Lunak
Dalam konteks kerajinan kelas 8, bahan lunak umumnya terbagi menjadi dua kategori utama:
-
Bahan Lunak Alami: Bahan yang berasal dari alam dan memiliki sifat lunak secara alami atau mudah dilunakkan. Contohnya:
- Tanah Liat
- Getah Nyamplung
- Bubur Kertas (dari daur ulang kertas)
- Biji-bijian (yang memiliki tekstur lunak atau mudah diolah)
- Kayu lunak (misalnya balsa)
-
Bahan Lunak Buatan: Bahan yang dibuat oleh manusia dan memiliki sifat lunak. Contohnya:
- Plastisin
- Clay (polimer clay, air dry clay)
- Sabun batangan
- Karet
- Busa hati (craft foam)
- Styrofoam
Teknik Dasar Pengolahan Bahan Lunak
Setiap jenis bahan lunak memiliki teknik pengolahan yang spesifik. Namun, ada beberapa teknik dasar yang sering diaplikasikan dalam kerajinan bahan lunak kelas 8, antara lain:
- Membentuk: Mengubah bentuk bahan lunak menjadi pola yang diinginkan, baik secara manual maupun menggunakan alat bantu.
- Mengukir/Menggores: Membuat pola atau detail pada permukaan bahan lunak.
- Menempel: Menggabungkan beberapa bagian bahan lunak atau menggabungkan bahan lunak dengan bahan lain.
- Mengecat/Memberi Warna: Memberikan warna pada hasil karya untuk memperindah tampilan.
- Menghias: Menambahkan ornamen atau dekorasi lain seperti manik-manik, glitter, atau kain.
- Memilin/Menggulung: Membentuk bahan lunak menjadi untaian atau gulungan.
Contoh Soal Prakarya Kelas 8 Semester 1 (Kerajinan Bahan Lunak)
Berikut adalah beberapa contoh soal yang mungkin muncul dalam ulangan harian, tengah semester, atau akhir semester untuk materi kerajinan bahan lunak kelas 8. Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa tentang konsep, jenis bahan, teknik, serta penerapan prinsip-prinsip kerajinan.
A. Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
-
Bahan lunak yang berasal dari alam dan sering digunakan untuk membuat gerabah adalah…
a. Plastisin
b. Tanah liat
c. Bubur kertas
d. Sabun batanganPembahasan: Tanah liat adalah bahan lunak alami yang secara tradisional digunakan untuk membuat gerabah melalui proses pembakaran.
-
Salah satu contoh bahan lunak buatan yang mudah dibentuk dan diwarnai, serta aman untuk anak-anak adalah…
a. Getah nyamplung
b. Kayu balsa
c. Plastisin
d. Biji-bijianPembahasan: Plastisin adalah bahan lunak buatan yang karakteristiknya sangat sesuai dengan deskripsi tersebut.
-
Teknik dasar dalam membuat patung dari tanah liat atau plastisin yang bertujuan untuk mengubah bentuk awal bahan menjadi pola yang diinginkan disebut…
a. Mengukir
b. Menghias
c. Membentuk
d. MengecatPembahasan: Membentuk adalah istilah umum untuk proses mengubah wujud bahan menjadi bentuk lain sesuai kreasi.
-
Bahan lunak yang dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai macam kerajinan seperti topeng atau celengan adalah…
a. Busa hati
b. Bubur kertas
c. Karet
d. StyrofoamPembahasan: Bubur kertas, yang berasal dari daur ulang kertas, sangat fleksibel dan bisa dibentuk menjadi berbagai produk kerajinan.
-
Saat membuat kerajinan dari bahan lunak, prinsip utama yang harus diperhatikan agar karya memiliki kegunaan dan tampilan yang menarik adalah…
a. Kuantitas dan kecepatan produksi
b. Estetika dan fungsionalitas
c. Harga bahan dan kemudahan mendapatkan alat
d. Ukuran dan berat karyaPembahasan: Estetika (keindahan) dan fungsionalitas (kegunaan) adalah dua pilar utama dalam perancangan dan pembuatan produk kerajinan.
-
Kerajinan dari sabun batangan biasanya memanfaatkan teknik…
a. Memilin
b. Mengukir
c. Membentuk dengan cetakan
d. MencetakPembahasan: Sabun batangan lebih sering diolah dengan cara diukir untuk menghasilkan detail dan pola yang diinginkan.
-
Alat yang paling umum digunakan untuk memotong atau membentuk tanah liat saat membuat gerabah adalah…
a. Gunting
b. Pisau
c. Pahat
d. ButsirPembahasan: Butsir adalah alat khusus yang digunakan oleh pengrajin keramik dan tanah liat untuk membentuk, mengukir, dan merapikan detail.
-
Karya kerajinan yang dibuat dari bahan lunak seperti plastisin, jika tidak diberi lapisan pelindung, cenderung…
a. Menjadi lebih keras
b. Mengeras dan pecah
c. Tetap lunak selamanya
d. Berubah warna menjadi lebih cerahPembahasan: Plastisin berbasis minyak cenderung tetap lunak, namun jika terpapar udara terlalu lama atau panas, bisa menjadi keras dan rapuh. Untuk tanah liat, pengeringan yang tidak tepat bisa menyebabkan keretakan.
-
Manakah dari pernyataan berikut yang BUKAN merupakan manfaat mempelajari kerajinan bahan lunak?
a. Meningkatkan kreativitas
b. Mengasah keterampilan motorik halus
c. Mengurangi kemampuan berpikir kritis
d. Memahami nilai estetika dan fungsionalPembahasan: Mempelajari kerajinan bahan lunak justru merangsang kemampuan berpikir kritis dalam proses desain dan pemecahan masalah.
-
Jika seorang siswa ingin membuat sebuah vas bunga dari tanah liat, langkah pertama yang paling logis adalah…
a. Mengecat vas agar terlihat menarik
b. Membentuk tanah liat menjadi bentuk vas
c. Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
d. Mengeringkan vas yang sudah jadiPembahasan: Persiapan alat dan bahan adalah langkah awal yang krusial sebelum memulai proses pembuatan.
B. Soal Uraian Singkat
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
-
Sebutkan dua contoh bahan lunak alami dan dua contoh bahan lunak buatan yang dapat digunakan dalam kerajinan!
Jawaban Contoh: Bahan Lunak Alami: Tanah liat, bubur kertas. Bahan Lunak Buatan: Plastisin, sabun batangan. -
Jelaskan perbedaan mendasar antara tanah liat dan plastisin sebagai bahan kerajinan!
Jawaban Contoh: Tanah liat adalah bahan alami yang perlu dibakar atau dikeringkan untuk mengeras, sedangkan plastisin adalah bahan buatan yang cenderung tetap lunak dan tidak bisa mengeras secara permanen. -
Mengapa penting untuk mengeringkan karya kerajinan dari tanah liat sebelum proses pembakaran (jika ada)?
Jawaban Contoh: Mengeringkan karya dari tanah liat sebelum dibakar bertujuan untuk mengeluarkan kadar air di dalamnya. Jika tidak dikeringkan dengan baik, kadar air yang tersisa akan menguap saat dibakar dan dapat menyebabkan keretakan atau bahkan ledakan pada karya. -
Sebutkan dua teknik yang dapat digunakan untuk menghias kerajinan dari busa hati (craft foam)!
Jawaban Contoh: Menempel (dengan busa hati warna lain, manik-manik, glitter), mengecat, atau membuat pola dengan spidol permanen. -
Apa yang dimaksud dengan "prinsip fungsionalitas" dalam konteks kerajinan bahan lunak? Berikan contoh!
Jawaban Contoh: Prinsip fungsionalitas berarti karya kerajinan tersebut memiliki kegunaan atau fungsi yang jelas bagi penggunanya. Contoh: Vas bunga dari tanah liat yang dapat menampung air dan bunga, atau tempat pensil dari bubur kertas yang dapat digunakan untuk menyimpan alat tulis.
C. Soal Uraian Lengkap
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan uraian yang lengkap!
-
Jelaskan proses pembuatan kerajinan sederhana dari bubur kertas, mulai dari persiapan bahan hingga finishing!
Jawaban Contoh:- Persiapan Bahan: Kertas bekas (koran, majalah) disobek kecil-kecil, direndam air semalaman. Siapkan lem putih atau tepung kanji sebagai pengikat.
- Pembuatan Bubur Kertas: Kertas yang sudah lunak diblender atau dihaluskan dengan tangan hingga menjadi bubur. Tiriskan airnya jika terlalu banyak.
- Pencampuran: Campurkan bubur kertas dengan lem putih atau larutan tepung kanji hingga adonan kalis dan mudah dibentuk.
- Pembentukan: Bentuk adonan bubur kertas sesuai dengan cetakan (jika menggunakan) atau bentuk manual sesuai kreasi (misalnya topeng, celengan). Gunakan tangan atau alat bantu.
- Pengeringan: Biarkan karya mengering sempurna di tempat yang teduh dan terkena angin. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari tergantung ketebalan karya.
- Finishing: Setelah kering, rapikan permukaan jika perlu, lalu beri warna (cat air, cat akrilik) dan hias sesuai selera.
-
Pilihlah salah satu jenis bahan lunak (misalnya plastisin atau sabun batangan) dan jelaskan langkah-langkah pembuatan kerajinan sederhana dari bahan tersebut, beserta alat dan bahan yang diperlukan!
Jawaban Contoh (menggunakan Plastisin):- Nama Kerajinan: Hewan sederhana (misalnya kelinci).
- Bahan: Plastisin aneka warna.
- Alat: Alas kerja (karton atau tatakan), tusuk gigi (opsional untuk detail).
- Langkah-langkah:
- Persiapan: Siapkan plastisin warna yang diinginkan (misalnya putih untuk badan, merah muda untuk telinga, hitam untuk mata).
- Pembentukan Badan: Ambil plastisin putih, bentuk menjadi bola besar untuk badan kelinci.
- Pembentukan Kepala: Ambil plastisin putih lagi, bentuk menjadi bola yang lebih kecil untuk kepala.
- Menyambungkan: Gabungkan kepala dengan badan, tekan perlahan agar menempel.
- Pembentukan Telinga: Ambil plastisin merah muda, bentuk dua buah lonjong pipih untuk telinga. Bentuk bagian dalamnya sedikit lebih terang jika diinginkan. Tempelkan di atas kepala.
- Pembentukan Kaki: Bentuk empat buah bola kecil untuk kaki. Tempelkan di bagian bawah badan.
- Pembentukan Ekor: Bentuk bola kecil atau pipih untuk ekor, tempelkan di bagian belakang.
- Detail Wajah: Gunakan plastisin hitam atau tusuk gigi untuk membuat mata, hidung, dan mulut.
- Finishing: Rapikan bentuknya, pastikan semua bagian menempel kuat.
-
Jelaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian saat bekerja dengan bahan lunak! Mengapa kedua hal ini perlu diperhatikan?
Jawaban Contoh: Menjaga kebersihan dan kerapian saat bekerja dengan bahan lunak sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, kebersihan mencegah kontaminasi bahan yang dapat mempengaruhi kualitas hasil akhir, misalnya tanah liat yang tercampur kotoran bisa menjadi rapuh setelah dibakar. Kedua, kerapian dalam menata alat dan bahan akan mempermudah proses kerja, menghindari kehilangan alat, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Ketiga, kebersihan personal seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja adalah kebiasaan baik yang mencegah penyebaran kuman. Terakhir, hasil karya yang bersih dan rapi akan terlihat lebih profesional dan menarik.
Penutup
Contoh-contoh soal di atas diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi siswa kelas 8 mengenai materi kerajinan bahan lunak semester 1. Dengan memahami konsep, jenis bahan, teknik pengolahan, serta prinsip-prinsip desain, siswa diharapkan dapat lebih percaya diri dalam mengikuti pembelajaran dan menghasilkan karya-karya yang kreatif serta bernilai. Selamat belajar dan berkarya!